468x60_id

Waria Jawa Timur

'Kami juga bisa melakukan pekerjaan apa saja seperti manusia normal pada umumnya. Para waria ingin merubah pandangan negatif masyarakat dengan berbagai kegiatan yang positif dan berprestasi.

Anda Bertanya LGBT Menjawab

Sebuah page tanya-jawab bagi kaum LGBT/Non-LGBT seputar isu gender, seksualitas dan secara spesifik LGBT. Harap untuk tetap sopan dan tidak ada makian atau penyerangan personal. Terima kasih dan selamat bertanya.

In pictures: Indonesia's waria

They wriggle their way through the stalls, rattling home-made instruments and singing songs. The essentials for turning a healthy profit: skimpy clothes, lots of lipstick and a big dollop of attitude.

‘Remaja Gay’ dan ‘Waria Muda’ Rentan Tertular HIV

Menakut-nakuti remaja putra terkait dengan kehamilan pada pacarnya ternyata berujung ’buruk’. Pada masa dorongan hasrat seksual sedang menggebu-gebu mereka terperangkap dalam ketakutan.

Waria Kini Diakui di Paspor Australia, Ada Pilihan Jenis Kelamin untuk Kaum 'Waria'

Kejutan dari pemerintah Australia. Kini di paspor yang dikeluarkan negara Kangguru itu ada tiga pilihan gender, yaitu laki-laki, perempuan, dan 'belum ditentukan'.

Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Jangan Lepas Jilbabku ! : Catatan Harian Seorang Waria

Kategori:Buku
JenisBiografi & Riwayat Hidup
Penulis:Shuniyya Ruhama Habiiballah
“Kita lahir di dunia ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan titah Tuhan. Terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, adalah semata-mata kehendak-Nya. Demikian juga halnya dengan kewariaanku. Ini adalah kodrat Tuhan. Tetapi mengapa dunia waria selalu dilecehkan dan dianggap nista?”.

Demikian penggalan protes Shuniyya Ruhama Habiiballah yang dituangkan dalam catatan hariannya yang ia kumpulkan dalam buku Jangan Lepas Jilbabku! Catatan Harian Seorang Waria. Buku ini merupakan catatannya dalam menjalani kehidupan sehari-harinya sebagai seorang waria. Ia mengakui menjalani titah sebagai seorang waria sangatlah berat, karena masyarakat tak semuanya bisa menerimanya. Tak jarang statusnya sebagai waria selalu mendapatkan stigma negatif dari masyarakat, diejek, dilecehkan, dikucilkan. Statusnya itu dianggap tidak “normal” oleh sebagian anggota masyarakat.

Pahit getir cibiran masyarakat terhadap dirinya dia bagi untuk pembaca. Banyak pengalaman pahit, perlakukan menyakitkan yang dia terima yang bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja. Secara fisik Shuniyya mengakui sebagai laki-laki. Namun dia benar-benar yakin dirinya seorang perempuan. Untuk menunjukkan sebagai muslimah yang baik dia memutuskan untuk memakai jilbab. Kendati begitu ia tetap saja diperlakukan sebagai makhluk yang tak jelas identitas kelaminnya. Salah satu contohnya ketika mengikuti tes UMPTN dia dicurigai sebagai joki oleh petugas. Dalam foto Shuniyya laki-laki, namun saat mengerjakan tes dia berpenampilan perempuan. “Anda joki ya?,” tuduh petugas seperti ditulis dalam buku ini. Beruntung Shuniyya bisa meyakinkan petugas sehingga dia tak didiskualifikasi dari kepesertaan UMPTN. Sebelumnya sewaktu mengembalikan formulir UMPTN dia juga menerima perlakuan menyakitkan. Dia dipaksa melepaskan kerudungnya oleh petugas. "Tolong lepas kerudungnya. Tidak sopan," gertak petugas. Si petugas mengenali Shuniyya sebagai laki-laki sehingga tidak sopan yang bersangkutan menggunakan jilbab. Sewaktu mengikuti kuliah dia selalu duduk sendirian. Teman-temannya tak berani duduk di dekatnya. Kalau ada yang berani duduk di sampingnya pasti dicibir teman-teman kuliah lainnya. Dan masih banyak kisah-kisah menyedihkan lainnya.

Melalui goresan penanya, Shuniyya ingin menunjukkan status waria tak selamanya punya konotasi negatif. Sebagai orang yang beragama, ia ingin menunjukkan seorang waria pun bisa menjadi seorang muslimah yang baik, berjilbab pula.Sebagai mahasiswa ia tunjukkan dia mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi karena ia menjadi sarjana terbaik di jurusan Sosiologi Fisip UGM tahun 2004. Meski bukan buku baru, saya kira ini buku menarik, karena bisa mendalami perasaan terdalam seorang yang dilahirkan sebagai banci, sebuah titah yang tak mungkin dia tolak.

Secara umum masyarakat masih memandang aneh fenomena waria. Mereka tak bisa menerima begitu saja kehadirannya. Bagi waria resistensi masyarakat ini menjadi masalah besar. Kondisi ini mengakibatkan mereka cenderung menarik diri dari komunitas umum. Secara sosiologis, setiap individu menginginkan eksistensinya diakui. Ketika lingkungan tidak bisa menerimanya, seseorang cenderung mencari komunitas yang benar-benar mengakui keberadaannya. Itu sebabnya mengapa para waria cenderung membangun komunitas yang ekslusif, seperti menjadi PSK, menjadi pekerja salon. Mengapa? karena di sektor-sektor lain mereka tidak diakui. Shuniyya menjadi salah satu waria yang tegar. Kendati lingkungan mencercanya, dia kuat dan akhirnya berhasil mengukir prestasi.

Dari kasus Shuniyya, agaknya masyarakat perlu mengubah persepsi terhadap fenomena waria ini. Waria adalah fitrah Tuhan. Saya yakin tidak ada satupun orang di dunia ini yang mau lahir sebagai waria. Semua ingin lahir sebagai manusia "normal". Kalaupun kemudian takdir mengatakan lain, siapa yang bisa menolak? Sebagai sesama makhluk kehadiranya mesti kita terima apa adanya.

Saya sepakat kita perlu memerangi peran kebanci-bancian di TV sebagaimana protes Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu lalu karena akan berakibat kebingungan identifikasi gender bagi anak-anak. Namun tak pantas kiranya jika kita ikut-ikutan memerangi para banci, waria.

versi E-Book: Jangan Lepas Jilbabku !

Jangan lihat kelaminku!

Main Author: Sopjan, Merlyn, 1973-
Format: Books/Pamphlets
Language: Indonesian
Published: Baciro Baru, Yogyakarta : Galang Press, 2005.
Edition: Cet. 1.
Subjects: Sopjan, Merlyn, > 1973- > Diaries.
Male-to-female transsexuals > Indonesia > Diaries.
Transsexuals > Indonesia > Identity > Diaries.
Tags: Add
No Tags, Be the first to tag this record!
Preview: Preview from Google Books »











Perempuan Tanpa V

Penerbit :    Galang Press (K)
Edisi :    Soft Cover
Tgl Penerbitan :    2006-00-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    124
Ukuran :    125x185x0 mm
Sinopsis Buku:
Merlyn Sopjan kembali berkisah tentang dirinya, setelah sukses lewat buku pertamanya, Jangan Lihat Kelaminku. Lewat Perempuan tanpa V, Putri Waria Indonesia 2006 ini meneguhkan bahwa eksistensinya bukanlah manusia kelas dua. Ia rindu disebut perempuan, bukan waria, meski tanpa vagina.

Kesendirian untuk Merlyn, selain punya banyak waktu untuk menghasilkan tulisan yang keren, ternyata bisa juga diisi dengan memotret... saat berendam dalam bathtub____Vicky Burky (artis)

Buku ini seperti supermarket. Salah satu buku yang menginspirasi gue. Bedanya buku ini gue terinspirasi untuk banyak hal. Tulisan Inul mati, Mbok...menurut gue adalah cerpen terbaik yang pernah gue baca.______Ria Irawan (artis)

Merlyn berekspresi dengan imajinasi nakalnya, menyorot kebiasaan buruk kita semua. Merlyn memiliki keberanian membawa kebenaran yang dialaminya.__________Abdul Rasyid (Newscaster Metro TV)

Hidup Sebagai Waria

Hidup Sebagai Waria
Kode      :
Penulis  : Koeswinarno
Penerbit : LKiS
Tahun     : Cet I, Agustus 2004
Ukuran  : 14,5 x 21 cm
Tebal       : xvi + 168 halaman
ISBN       : 979-3381-73-6

Buku ini berupaya untuk melihat bagaimana ruang sosial memberi pengaruh terhadap keberadaan waria, serta bagaimana waria secara kelompok merespons kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam ruang sosila yang menekannya. Buku ini menunjukkan bahwa ruang sosial yakni keluarga, masyarakat, dan kehidupan antar waria menjadi media yang sangat penting dalam pembentukan makan hidup.

Preview Book: Hidup Sebagai Waria

Novel TAMAN API

Sebuah Novel persembahan Yonathan Rahardjo Tentang dokter bedah, dokter HIV/AIDS, medical representative, suntik Silikon, operasi kelamin, waria, konspirasi kriminalitas kemanusiaan…



DATA BUKU
NOVEL ke dua Karya Penulis Novel LANANG
Pemenang Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 Judul : TAMAN API
Pengarang : Yonathan Rahardjo
Penerbit: Pustaka Alvabet
Editor : Errena Ike Hendraini
Genre : Novel
Cetakan : I, Mei 2011
Ukuran : 13 x 20 cm
Tebal : 216 hlm
ISBN : 978-602-9193-01-5
Harga : Rp. 42.500,-
=================
Dapat diperoleh di:
* Toko Buku Gramedia
- Jakarta: Mall Pondok Indah, Plaza Bintaro, Kelapa Gading Mall, Plaza Semanggi, Pejaten, Artha Gading, Gandaria, Grand Indonesia, Mall of Indonesia, Matraman, Melawai (Blok M)
- Depok: Margonda
- Bandung: Merdeka, Paris Van Java, Bandung Supermall, Istana Plaza, Bandung Festival
- Tasikmalaya: Gramedia Tasikmalaya
- Cirebon: Gramedia Cirebon
- Semarang: Pandanaran, Java Supermall, Pemuda
- Yogyakarta: Sudirman, Malioboro
- Solo: Slamet Riyadi, Solo Square
Harga: Rp 42.500,-
* Jawa Timur
- Surabaya:
.Toko Buku URANUS, Jl. Ngagel Jaya No. 91 Surabaya Selatan/Gubeng
.dbuku Bibliopolis, Jl Jl Karangrejo VI No. 5 Wonokromo, Surabaya 60234
.YPPI, Jl.Rungkut Asri Barat X No.9 Surabaya
- Bojonegoro: Toko Buku NUSANTARA, Toko Buku PERMATA BORSALINO

* Penerbit Pustaka Alvabet, Jl. SMA 14 No. 10 RT/RW. 010/09, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, 13610.
Telp : 021 - 800 6458, Fax : 021 - 800 6458, www.alvabet.co.id
* Toko Dewi Sri, Jl. Raya Plaosan 61 Babat, Lamongan 62271
Telp : 0322 457383, HP : 085852985854
Harga : Rp. 42.500,- + ongkos kirim
=================
SINOPSIS
Kaum waria mendapat stigma negatif nyaris di semua lingkungan masyarakat. Anggapan sebagai patologi sosial, perusak moral, pencemar kesehatan, dan menyalahi kodrat Tuhan membuat kaum waria terpinggirkan dan terisolasi. Walhasil, kehidupan mereka pun tak banyak diketahui khalayak.
Taman Api menggambarkan sisi-sisi tersembunyi kehidupan waria yang demikian kompleks. Dengan pendekatan kritis, novel ini tak hanya menyuguhkan “abnormalitas” kehidupan waria dari beragam segi, tapi juga menguak praktik-praktik picik dan ilegal yang menempatkan kaum waria sebagai obyek penderita: misi rahasia berkedok agama untuk melenyapkan waria melalui bisnis gelap bedah kelamin berikut segenap teknologi turutannya. Bagaimanakah praktik picik itu berlangsung dan siapakah pihak-pihak yang terlibat di dalamnya?
Dengan gaya penulisan yang khas dipadu pendekatan investigatif dan konspiratif, rahasia-rahasia yang menyembul dari novel ini ihwal sisi-sisi kabur kehidupan waria dengan segudang problematikanya akan membuat Anda terperangah tiada terkira.
BIODATA PENULIS
Yonathan Rahardjo, lahir di Bojonegoro, adalah pengarang novel Lanang (2008), salah satu Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006. Ia merupakan satu dari 15 penulis Indonesia yang terpilih mengikuti UWRF (Ubud Writers & Readers Festival) 2009 di Bali. Karya-karyanya yang lain: Avian Influenza: Pencegahan dan Pengendaliannya (2004), Antologi Puisi: Jawaban Kekacauan (2004), Kedaulatan Pangan (2009). Sejak 1983, puisi, cerpen, esai, opini, dan tulisan jurnalistiknya diterbitkan di berbagai buku dan media massa. Dalam buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia (2010), namanya tercatat sebagai salah satu dari 100 Profil Dokter Hewan Berprestasi. Pada pasal Dokter Hewan Berprestasi di Bidang Lain, nama Drh. Yonathan Rahardjo tercatat setelah nama Drh. Taufiq Ismail (Penyair Angkatan 66), Drh. Asrul Sani (Seniman Pelopor Angkatan 45), dan Drh. Marah Rusli (Pengarang Novel Siti Nurbaya).