Waria Jawa Timur
'Kami juga bisa melakukan pekerjaan apa saja seperti manusia normal pada umumnya. Para waria ingin merubah pandangan negatif masyarakat dengan berbagai kegiatan yang positif dan berprestasi.
Anda Bertanya LGBT Menjawab
Sebuah page tanya-jawab bagi kaum LGBT/Non-LGBT seputar isu gender, seksualitas dan secara spesifik LGBT. Harap untuk tetap sopan dan tidak ada makian atau penyerangan personal. Terima kasih dan selamat bertanya.
In pictures: Indonesia's waria
They wriggle their way through the stalls, rattling home-made instruments and singing songs. The essentials for turning a healthy profit: skimpy clothes, lots of lipstick and a big dollop of attitude.
‘Remaja Gay’ dan ‘Waria Muda’ Rentan Tertular HIV
Menakut-nakuti remaja putra terkait dengan kehamilan pada pacarnya ternyata berujung ’buruk’. Pada masa dorongan hasrat seksual sedang menggebu-gebu mereka terperangkap dalam ketakutan.
Waria Kini Diakui di Paspor Australia, Ada Pilihan Jenis Kelamin untuk Kaum 'Waria'
Kejutan dari pemerintah Australia. Kini di paspor yang dikeluarkan negara Kangguru itu ada tiga pilihan gender, yaitu laki-laki, perempuan, dan 'belum ditentukan'.
Hanya 35 Persen Waria Bisa Gunakan Hak Pilih
Pahatan Transvetisme Tertua Ditemukan di China
Pahatan yang tercipta ribuan tahun lalu di wilayah terpencil region
Xinjiang, barat laut Cina, menggambarkan adegan aktivitas transgender
dan biseksual. Demikian klaim yang disampaikan penulis Mary Mycio.Pahatan yang ditemukan sejak 1980-an ini berasal dari tahun 2000 sebelum Masehi dan diberi nama Kangjiashimenji Petroglyphs. Karya ini ditemukan kali pertama oleh Wang Binghua. Namun, belum ada kajian yang mengaitkannya dengan pornografi.
Baru Mycio yang pertama mengungkapkan gambar yang terdiri dari 100 sosok itu melukiskan adanya partisipan biseksual berjenis kelamin ganda lelaki dan perempuan. Kaum perempuannya digambarkan dengan torso segitiga yang maskulin, dilengkapi dengan pinggul, kaki, hiasan rambut, dan perhiasan.
Adapun lelakinya dipahat lebih kecil, kaki lebih kurus, dan tidak menggunakan hiasan apa pun. Kelompok ketiga, selain lelaki dan perempuan, diidentifikasikan oleh Mycio sebagai lelaki tetapi menggunakan hiasan rambut perempuan.
Salah satu penggambaran menunjukkan adanya pria yang tengah terangsang sambil merangkul pria lainnya. Pasangan pria ini sedang menyaksikan sembilan perempuan dan dua lelaki menari membentuk lingkaran. Di adegan yang lain, satu grup lelaki dan perempuan menari melingkari satu sosok biseksual yang tengah bersiap dipasangkan dengan satu perempuan.
"Tablo ini menunjukkan demonstrasi luar biasa bahwa seks adalah satu satu pendorong di balik terciptanya karya seni," ujar Mycio yang pernah menuliskan buku Wormwood Forest: A Natural History of Chernobyl. Jika memang kajian ini benar, maka Kangjiashimenji Petroglyphs menjadi karya pornografi tertua yang pernah ada.
Dikatakan Viktor Mair, pengajar Bahasa dan Sastra China di University of Pennsylvania, AS, penggambaran ini seperti "Hutannya lingga dan vulva yang diselimuti oleh simbol seksual." (Zika Zakiya/Kompas/National Geographic Indonesia)
Panti Jompo buat Waria Pertama di Indonesia
Sekilas, mereka terlihat seperti nenek-nenek kebanyakan, namun pipi kempot dan garis-garis mendalam di wajah mereka seakan menyimpan kisah kesulitan hidup.
Semua perempuan ini adalah "waria", dan rumah yang mereka tempati adalah panti jompo pertama untuk waria di Indonesia.
Kata waria dalam bahasa Indonesia menggabungkan 'wanita' dan 'pria'.
Waria digunakan untuk menggambarkan serangkaian identitas gender, meski biasanya merujuk pada pria yang merasa bahwa mereka adalah perempuan, dan digunakan bagi mereka yang sudah atau belum melakukan operasi ganti kelamin.
Panti jompo ini adalah pemandangan tak terduga tapi menunjukkan kontradiksi di sebuah negara di mana, sampai dua tahun lalu, pemerintah masih menganggap transgender sebagai orang-orang yang cacat mental.
Sebagai bagian dari penghargaan, pemerintah mulai bulan Maret ini akan mendukung operasional panti tersebut, yang sudah buka sejak November. Bentuk dukungan tersebut adalah program gizi dasar dan modal usaha bagi 200 transgender di Jakarta.
Namun tetap saja, sebagian besar dana untuk menyokong rumah tersebut berasal dari pendirinya, Yulianus Rettoblaut, seorang waria dan aktivis yang dikenal dengan nama Mami Yuli. Ia mengubah rumahnya sendiri menjadi panti jompo tersebut tahun lalu.
"Kami fokus pada waria yang sudah tua karena LSM biasanya berfokus pada yang muda," kata Mami Yuli, 51, pada AFP.
Dia tergerak untuk bertindak setelah melihat banyak dari rekannya sesama waria yang sudah lebih tua di jalanan, sakit-sakitan, pengangguran dan terpaksa hidup di kondisi kumuh.
Beberapa waria sudah menjadi selebritas dengan menjadi pembawa acara bincang-bincang atau MC, tapi di negara berpenduduk terbesar di Asia Tenggara dengan 240 juta jiwa, waria disingkirkan oleh keluarga mereka yang biasanya akan bertanggungjawab mengurus anggota keluarga yang sudah tua.
"Hidup sangat sulit buat mereka dan banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Mereka sering tak punya pilihan selain tidur di bawah jembatan," kata Mami Yuli.
Meski rumah ini memiliki dana yang sangat terbatas, ia berusaha memberikan makan tiga kali sehari untuk penghuni yang belajar menjahit, membuat kue, dan menata rambut jika mereka menganggur.
Kondisi tinggal mereka sangat tidak ideal. Sekitar 12 waria yang tinggal di sana tidur di kasur-kasur tua, sempit-sempitan di satu kamar tidur di atas tangga yang sempit.
Ketika Mami Yuli tak punya cukup uang untuk biaya operasional per hari panti jompo tersebut, yaitu Rp350 ribu, ia mengadakan pertunjukan di jalanan dan penghuni rumah bisa menyanyi atau menari. Meski sudah tua, mereka tetap bekerja untuk mencari penghasilan bila mampu.
Sebagai seorang penganut Katolik yang taat, kata Mami Yuli, ada 70 gereja di Jakarta yang mendukung rumah tersebut, bahkan memberi bantuan tempat pengungsian saat banjir. Dan hanya empat yang menyumbangkan uang.
Meski tantangannya besar, dia berharap suatu hari bisa menampung 800 waria yang sudah tua di Jakarta dan mengembangkan pantinya ke tanah kosong di sebelah rumahnya kini. Itu kalau Mami Yuli bisa mengumpulkan cukup uang atau dukungan dari pemerintah.
Laporan Koalisi Asia-Pasifik tentang Kesehatan Seksual Pria menyatakan ada 35 ribu transgender di Indonesia, namun aktivis menduga angkanya jauh lebih tinggi dari itu.
Ada kelompok-kelompok etnis tertentu di Indonesia yang menganggap waria patut dihormati, namun sebagian besar dari mereka menjadi target pelecehan dan intimidasi, meski ada tanda-tanda penerimaan yang meluas.
Diskriminasi menyebabkan banyak waria yang menjadi pekerja seks, memperparah penyebaran HIV dari 6-34 persen antara 1997 dan 2007 antarwaria di Jakarta, menurut data Kementerian Kesehatan.
Prostitusi ilegal di Indonesia dan majelis ulama mengharamkannya.
Tetap saja, industri ini berkembang luas di bar-bar karaoke di Indonesia serta jalan-jalan gelap, di mana waria sering membuka baju untuk memamerkan dada yang tumbuh akibat hormon dari pil KB atau suntikan silikon.
Beberapa malah ada yang memamerkan hasil operasi kelamin mereka, meski hanya sedikit waria yang mampu membiayai operasi ini. Prosedur ini sebenarnya sudah ada sejak 1970an, meski tidak resmi tercatat di sistem kesehatan masyarakat.
Pada usia 70 tahun, Yoti Oktosea sudah menjadi perempuan. Ia adalah salah satu penghuni panti Mami Yuli.
Dengan mengenakan celana pendek selutut dan kaus longgar, ia sudah tak lagi mengenakan riasan wajah atau melentikkan bulu mata, tapi dengan bangga ia memamerkan fotonya sebagai seorang perempuan muda.
Saat itu, ia adalah seorang pekerja seks yang banyak dicari, menurut pengakuannya.
"Tapi sekarang banyak yang melorot!" katanya tertawa.
Mami Yuli yang berpakaian rapi pernah bekerja selama pekerja seks selama 17 tahun tapi ia bisa membalikkan hidupnya, menjadi waria pertama yang mendapat sarjana hukum dari universitas Islam pada usia 46.
FPI adalah musuh utama waria, menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk menutup acara-acara transgender yang menurut mereka "mengancam nilai-nilai islam di Indonesia". Salah satu acara yang mereka gagalkan adalah pemilihan ratu kecantikan transgender pada Desember lalu.
"Kami berhasil menutup kontes tersebut dan kami bisa menggagalkan pertemuan waria lainnya," kata ketua FPI Jakarta Habib Salim Alatas.
Namun ada tanda-tanda bahwa masa depan bisa menjadi agak cerah buat komunitas marjinal ini.
Pada 2008, di Yogyakarta dibuka sekolah mengaji pertama untuk waria. Panti Mami Yuli bisa dilihat sebagai suatu kemenangan lain.d
SUMBER :
http://id.berita.yahoo.com/panti-jom...103141576.html
Militer Israel Dihebohkan Tentara Waria
| Foto tentara Israel sedang mengenakan sepatu boots berhak tinggi yang dimuat di majalah "Bamahane" ini telah menimbulkan kontroversi di militer negara itu. |
Sebuah majalah militer Israel menggegerkan militer Israel setelah memuat artikel tentang tentaranya yang mengaku bergaya waria saat tidak bertugas.
Menurut kantor berita AP, majalah Bahamane mewawancarai tiga tentara aktif yang mengenakan pakaian perempuan di luar jam kerja. Artikel itu juga menyertakan sebuah foto seorang tentara berseragam hijau, mengenakan sepatu boots berhak tinggi, dan wajah ditutup masker gas.
Ketiga tentara yang diwawancarai itu mengatakan bahwa ada juga "waria" di sebagian besar unit militer Israel, tak terkecuali di kalangan pasukan elite.
Militer Israel (IDF), Selasa (20/3/2012), mengatakan bahwa majalah itu diharuskan mengirim artikel-artikelnya untuk mendapat persetujuan dari kepala kantor pendidikan di Korps Pendidikan dan Pemuda sebelum diterbitkan.
Sebelum ini, Bahamane memicu kontroversi dengan menerbitkan tulisan tentang kaum gay dan lesbian di militer.
Menurut Haaretz, pada 2001, satu edisi majalah itu juga disensor karena memuat foto seorang tentara yang membawa bendera pelangi untuk sebuah artikel berjudul "Seperti inilah saya mengaku."
Israel secara resmi menerima tentara gay dan lesbian sejak 1993, serta mengizinkan tentaranya berpartisipasi dalam Pride, sebuah pawai yang diikuti kaum homoseksual.
Pemerintah Pakistan Pekerjakan Waria Sebagai Penagih Pajak
Hijra/Waria Diakui Sebagai Identitas
Ia tak pernah mendapat bantuan kesehatan, psikologi atau terapi. Tapi ia optimistis dengan adanya kartu identitas, maka akan membuka banyak peluang.
Di Pakistan, ada sekitar 500 ribu hijra atau semacam waria di Indonesia. Mereka biasanya melayani upacara-upacara adat tradisional.
Farzana, 35 tahun, presiden Hijra dari She Male Association, senang karena keputusan pengadilan sudah mulai berlaku.
Namun, meski pemerintah mendukung, masyarakat Pakistan masih memperlakukan hijra dengan buruk. Tidak ada yang mau makan atau bersalaman dengan mereka.
Ketika saya berbicara dengan Nisha, seorang hijra berumur 22 tahun, ia senyum dan nampak senang karena masalah-masalahnya akan diselesasikan.
“Kartu identitas ini akan menyelesaikan masalah kami. Ini akan membantu kami supaya bisa pergi ke luar ngeri dan kami juga akan dapat paspor. Kami sekarang bisa memilih wakil pemerintah yang akan membantu kami mengatasi masalah kami. Untuk kali pertama kami dianggap sebagai warga negara Pakistan.”
Dan setelah diakui sebagai warga negara maka sudah setengah jalan untuk mendapatkan seluruh hak-hak para hijra atau waria ini.
Belanda Melanggar Hak Waria, Transsexsual.
Waria, transgender bukan lagi hal aneh di dunia. Laki-laki merasa perempuan; perempuan merasa laki-laki. Kalau tidak nyaman dengan jenis kelamin alami, mereka memilih operasi. Di Belanda ongkos operasi kelamin ditanggung asuransi.
Belanda dikenal sebagai negara pelopor dalam hal-hal kontroversial: seperti pernikahan sesama jenis, euthanasia, legalisasi kanabis. Begitu juga ketika memberlakukan perundang-undangan transgender tahun 1985.
Setiap warga Belanda punya nomor masing-masing, dan itu sering dipakai pemerintah sebagai identifikasi. Jadi sebenarnya jenis kelamin L atau P di kartu identifikasi tidak perlu lagi. Australia belum lama ini memberlakukan undang-undang baru yang memberikan pilihan L, P atau X bagi warganya.
Polandia lantik waria jadi wakil rakyat
Jika di Indonesia para waria masih memperjuangkan hak-haknya dan tak jarang mereka mendapatkan kekerasan, maka nasib berbeda dialami para waria di Polandia.Di negeri Eropa Timur itu, para waria nampaknya sudah memiliki hak setara dengan warga negara lain. Bahkan mereka berkesempatan berkarir di dunia politik.
Pudarnya pengaruh gereja
10 Waria Yang Paling Sukses Di Dunia Hiburan Internasional
Berikut ini adalah 10 banci terkenal di dunia pertunjukkan.
1. RuPaul RuPaul
Dia adalah banci yang paling terkenal di dunia. Ia akan menjadi bintang di kemudian hari, ibunya tahu hal itu. RuPaul lahir di San Diego sebagai laki-laki. Tidak diceritakan apakah ia melakukan operasi kelamin agar menjadi wanita sempurna, atau hanya penampilan dan tingkah laku saja. Tapi RuPaul telah terlihat menunjukkan prestasinya sejak belasan tahun. Dan ia pun tampil dalam pertunjukkan pertamanya tahun 1985, delapan tahun kemudian ia menggebrak dengan album dancenya yang langsung hit di radio. Sejak itu kariernya stabil, tidak melonjak tapi juga tidak drop. Ia memiliki acara televise juga secara berkala merilis album.2. Frank Marino
Terkenal di Las Vegas, Bahkan Sebuah Jalan dinamai dengan Namanya, juga setiap Tgl 1 Februari diperingati sebagai Hari Frank Marino Dia telah tampil sebagai Joan Rivers sejak tahun 1985, tapi nama aslinya adalah Frank Marino. Pada awalnya para pemilik klub di Las Vegas merasa skeptic dengan kemampuannya, namun pikiran itu kontan berubah, setelah melihatnya di panggung dan mereka pun telah membayangkan bahwa pertunjukan-pertunjukan Joan River (Frank Marino) bakal sukses besar. Selama lebih 20 tahun dia menapaki kariernya dari panggung ke panggung di Las Vegas, dan pertunjukkannya selalu sukses. Namanya begitu terkenal dan dihormati, sampa-sampai sebuah jalan di Las Vegas dinamai dengan namanya. Lebih hebat lagi, sekarang ini seriap 1 Februari di Las Vegas diperingati sebagai Hari Frank Marino. Luar biasa ya!
3. Mimi Marks
Dia tampil di pertunjukkan di Baton Show Lounge di Chicago. Ia terlahir di Iowa dengan nama Mark. Ia merasa tidak nyaman dengan kulitnya sendiri. Tanda-tanda ‘kewanitaannya' sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun ia baru berani terang-terangan ketika berusia 21 tahun di mana ia benar-benar menunjukkan dirinya adalah wanita. Namun begitu sesungguhnya ia adalah seorang yang cerdas dan berprestasi. Ia berhasil memenangkan sejumlah gelar. Ia juga tampil di sejumlah video music serta muncul dalam berbagai acara di televisi.
4. Aurora Sexton
Ia tampil pertama kali di Boulder, Colorado, dan para penonton menyukainya sehingga ia kerap tampil di sana. Aurora lahir di Denver, Colorado, sayangnya tidak dipublikasi siapa nama laki-lakinya. Tahu-tahu ia menyebut dirinya adalah Aurora Sexton. Ia selalu tampil sexy dengan payudaranya yang besar yang selalu menyembul keluar. Seperti para wadam yang lain, Aurora pun mencatat sejumlah prestasi di antaranya memenangkan sejumlah kontes. Saat ini tinggal di Chicago, Illinois. Ia menjadi host sejumlah pertunjukkan popular.
5. Lana Blake
Ia berkarier selama 15 tahun di dunia pertunjukkan Texas, AS. Ia juga telah memenangkan banyak kontes, setidaknya ia telah mengoleksi 10 gelar lebih dalam berbagai lomba. Dalam bisnis pertunjukkan Texas, nama Lana Blake nyaris seperti ‘jaminan mutu' karena ia begitu dicintai sehingga pertunjukkannya selalu sukses. Boleh dibilang, Lana Blake adalah salah satu bintang terkenal di Texas.
6. Lisa Beaumann
Lisa memiliki gelar sarjana di bidang teater. Hal ini membuat penampilannya unik karena dia memang menjiwai kehidupan panggung. Ia adalah artis serba bisa. Ia tampil dalam sejumlah pertunjukkan sangat serius di Louisiana, dan penonton sangat menyukainya. Ia memiliki sejumlah bintang favorit di antaranya, Liza Minelli, Carol Channing, Shania.
7. Romy Haag
Romy berasal dari Belanda, namun kepopulerannya melintasi Negara-negara di Eropa, dia bahkan sangat terkenal di Jerman. Ia terlahir dengan nama Edouard Frans Verbaarsschott pada 1951. Pada masa itu ia tergolong cukup berani tampil sebagai wanita, yakni pada usia 16 tahun. Tahun 1972 ia datang ke Amerika mencoba peruntungannya dan tampil di dunia hiburan beberapa tahun kemudian. Ia telah membintangi 26 film Jerman sepanjang kariernya, ia bahkan telah merilis otobiografinya.
8. Pete Burns
Sempat menikah selama 25 Tahun, kemudian menjadi wanita setelah bercerai Pete lahir pada tahun 1959 dari ayah kebangsaan Inggris dan ibu Yahudi. Ia menjadi terkenal setelah menjadi lelaki nomor satu di band "Dead or Alive". Ia juga dikenal karena penampilannya yang flamboyant. Perjalanan hidup Pete Burns cukup menarik disimak. Pete sempat menikah dengan seorang wanita dan perkawinan itu bertahan selama 25 tahun, sebelum akhirnya ia menceraikan istrinya. Ironisnya, ia lalu beralih mengubah dirinya menjadi wanita. Tidak diceritakan soal orientasi seks itu apakah tiba tiba muncul atau memang sudah ada sejak dulu, atau dia memainkan peranan ganda. Mungkin semua penjelasan itu bisa didapat dalam buku otobiografinya yang telah dirilis. Di sana dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, termasuk pernikahannya serta teman temannya.
9. Steven Wayne
Mirip Selebritis Terkenal Cher Ia dilahirkan dan dibesarkan di West Virginia. Memulai karier panggungnya pada 1987 di club "The Shamrock." Kemudian dia menetap di Las Vegas sejak 1999. Kalau dilihat sepintas, tampilannya mirip Cher, selebriti kondang. Ketika ia tampil di panggung, siapapun nyaris sulit membedakan apakah ia Cher asli atau palsu alias Steven Wayne. Ia telah berkarier selama 21 tahun dan dia sangat menyukainya.10. Chad Michaels
Selain Steven Wayne, ada lagi yang wajahnya mirip Cher, dia adalah Chad Michael. Seperti halnya Steven, sulit membedakan Cher dan Chad Michael, keduanya berwajah amat mirip. Nyaris seperti duplikat. Kemiripan ini sudah sangat terkenal di dunia hiburan. Selama dua decade, berkat kemiripannya itu, ia telah bekerja sama dengan banyak actor juga produser Cher sendiri. Cher mengetahui hal ini, bahkan ia menyukai penampilan Chad yang mirip dirinya. Bahkan Cher sering datang ke berbagai pertunjukkan yang digelar Chad. Chad Michael telah menjadi bagian dari Dream Girls Revue di California. Puluhan Tahun Jabat Perwira AL Inggris, Kini Jadi Waria
David Payne yang kini berumur 48 tahun, memutuskan menjadi seorang waria empat tahun lalu dan merubah namanya menjadi Natasha Gray. Seperti dilansir Dailymail, Gray kini menjadi penari erotis.
Bahkan, mantan anggota Angkatan Laut itu kini mempunyai payudara layaknya seorang wanita dan secara rutin menjalani perawatan hormon untuk menjaga bentuk tubuhnya.
Gray berkilah keputusannya ini adalah takdir, karena ia seharusnya dilahirkan menjadi seorang perempuan, "aku tahu, ketika aku berusia empat tahun seharusnya mennjadi apa. Seharusnya aku lahir di tubuh wanita."
"Aku membuat beberapa keputusan sulit. Aku tahu aku tidak bisa mengatakan apa-apa dan aku tidak bisa terlihat menjadi feminin. Pada tahun 1960 keadaan seperti sekarang tidak bisa diterima. Jadi saya punya pacar," ujar Gray.
Bahkan pada usia 28 dirinya menikah dengan seorang wanita dan mempunyai seorang anak. Istri pertamanya bahkan mendukung langkahnya ini dengan pergi berbelanja pakaian perempuan bersama-sama.
Pada tahun 1998, ia meninggalkan Angkatan Laut dan menikah lagi, tapi istri keduanya menceraikannya setelah tujuh tahun menikah. Setelah memutuskan ingin menjadi seorang wanita, maka Payne memilih nama Natasha. Ia sekarang tinggal di North Tyneside dengan anaknya yang berusia 21 tahun dan pacar Mary, yang merupakan manajer toko makanan cepat saji.
"Anak saya selalu tinggal dengan saya dan dia bangga padaku. Ia adalah orang pertama saya beritahu bahwa aku akan merubah diri dan ia mendukung saya dan mengatakan itu adalah hidup saya. Aku punya saudara kembar tapi kami tidak pernah punya hubungan dekat."
"Aku mengambil kelas menari empat tahun yang lalu sebelum aku berubah diri, pada saat melakukan kelas Latin teman-teman mengolok-olok gerakan saya, karena saya tidak bisa mengikuti apa yang diajarkan, sehingga guru tari menyarankan menari tiang," katanya.
Walaupun telah sukses menjadi penari tiang erotis, kini Gray mempunyai satu obsesi lagi agar orang-orang seperti dirinya dapat diterima.
"Saya ingin menjadi presenter transgender pertama TV, lakukan fashion modeling di Newcastle Fashion Week, atau untuk Vivienne Westwood dan Chanel, tapi kurasa itu mimpi seorang gadis."
Waria Indonesia Serbu Malaysia
Waria Kini Diakui di Paspor Australia, Ada Pilihan Jenis Kelamin untuk Kaum 'Waria'
Pilihan tiga opsi gender ini, menurut pemerintah Australia, untuk menghilangkan diskriminasi atas individu yang menempuh jalan transgender. Dengan demikian, transgender Australia kini dapat menyantumkan pilihan mereka di paspor dengan tanda 'X'.
Tapi, ada syaratnya. Ketegasan kelamin transgender itu harus punya bukti medis, dalam hal ini surat dari dokter.
Sebelumnya, lazimnya di negara-negara lain pilihan gender dalam paspor hanya dua, yaitu pria dan perempuan. Individu tidak dibolehkan mengubah gender dalam paspor mereka kecuali operasi kelamin.
Senator Louse Pratt, yang punya rekan perempuan tapi sekarang diakui sebagai pria, mengatakan ini adalah terobosan penting bagi Australia.
"Tanda 'X' jadi penting, karena ada orang-orang yang merasa ambigu dengan gender mereka," kata dia. "Ini penting untuk mengakui hak azazi mereka," sambung dia.
Menlu Australia, Kevin Rudd, mengatakan aturan baru paspor ini akan menghapus diskriminasi gender dan orientasi seksual di bandara.
Jaksa Agung Robert McClelland mengatakan aturan ini akan berdampak pada sejumlah warga Australia yang selama ini mendapat hambatan di bandara.
Waria Show, Kabaret tentang Cerita Klasik hingga 'James Bond'
Detikcom dan rombongan Familiarization Trip Corporate and Media Partner Garuda Indonesia Holidays, terlambat 5 menit di lokasi, Alcazar Show, Pattaya, Selasa (26/7/2011) malam. Bus tersendat karena jalanan agak macet. Turun dari bus, rombongan langsung bergegas ke ruang show.
Di dalam ruangan yang berkapasitas kurang lebih 500 orang ini, ratusan penonton tengah duduk manis menghadap panggung seluas kurang lebih 30 x 20 meter yang terang benderang oleh lampu sorot. Beberapa waria asik dengan kostum laiknya penari tradisional berlenggak-lenggok mengikuti irama musik. Satu dua menit kemudian, lampu panggung padam. Waria yang sebelumnya berlenggak-lenggok lenyap ditelan gelap.
Pelan-pelan, musik tradisional Cina mengalun. Beberapa waria lainnya muncul dengan pakaian ala negeri tirai bambu, mengenakan terusan sutra berwarna-warni, dan mahkota sederhana berwarna kuning keemasan. Dari penokohan terlihat mereka tengah mementaskan salah satu legenda Tiongkok.
Cling! Lampu kembali padam. Kali ini terdengar musik dance. Satu waria dengan pakaian minim berwarna biru silver, muncul bersamaan dengan sorotan lampu. Gerak tubuhnya mantap. Sepatu boot warna putih tak mengurangi kelincahan wanita pria ini. Sejurus kemudian, beberapa penari latar lelaki muncul dan ikut menari.
Aksi itu ditutup dengan dentuman musik. Waria dan penari latarnya 'hilang' bersamaan dengan padamnya sorot lampu. Jreng! Lampu kembali nyala, menyorot pelan beberapa patung perempuan bertelanjang dada. Tubuh tiap patung ini dibaluri cat warna dengan warna berbeda. Ada yang silver, biru, hijau, dan lain-lain. Intro soundtrack fIlm James Bond, "The World is Not Enough" pun mengalun pelan. Patung-patung itu bergerak. Ternyata mereka orang, tepatnya waria!
Puluhan cerita diangkat dalam show berdurasi lebih dari satu jam ini. Mulai dari cerita lokal, India, dan Timur Tengah. Tentu, karena keterbatasan durasi, hanya bagian simbolik yang ditonjolkan. Itu pun tidak lama, sekitar 2-3 menit.
Namanya saja kabaret, pasti ada 'adegan' lucunya. Di sela cerita, seorang waria gembrot dengan dada dan pantat besar, tampil ke panggung. Dia kemudian, mengeksplorasi salah satu area sensitifnya. Sambil mengikuti irama musik, dadanya dimajukan dan pantatnya disodor-sodorkan ke penonton, sehingga menimbulkan kesan porno. Penonton pria bukannya menelan ludah, melainkan justru tertawa melihat aksi itu.
Kabaret ditutup dengan tampilnya seluruh pemain kabaret. Ada sekitar 50-an waria yang terlibat. Kemudian layar menutup dan lampu padam. Kali ini ganti lampu di tribun penonton yang dinyalakan. Tampak, sekitar 60 persennya turis. Dari tampilan fisiknya terlihat wajah-wajah Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa.
Alcazar Show digelar 3-4 kali setiap hari. Tiketnya 600 Baht atau sekitar Rp 180 ribu per orang, harus dipesan sehari sebelumnya agar aman. Kalau pesan menjelang acara atau membeli di lokasi, kecil kemungkinan mendapatkannya.
"Bagaimana, bagus tidak? Kalau ke Pattaya tidak nonton kabaret bencong, tidak lengkap," kata guide kami di bus sebelum meninggalkan lokasi acara. Ia memang cerdik 'memprovokasi' kami sehingga show-show ala Thailand atau destinasi seolah-olah 'wajib' dinikmati. Salah satunya, kabaret waria tersebut. { detik news }
















