468x60_id

Waria Jawa Timur

'Kami juga bisa melakukan pekerjaan apa saja seperti manusia normal pada umumnya. Para waria ingin merubah pandangan negatif masyarakat dengan berbagai kegiatan yang positif dan berprestasi.

Anda Bertanya LGBT Menjawab

Sebuah page tanya-jawab bagi kaum LGBT/Non-LGBT seputar isu gender, seksualitas dan secara spesifik LGBT. Harap untuk tetap sopan dan tidak ada makian atau penyerangan personal. Terima kasih dan selamat bertanya.

In pictures: Indonesia's waria

They wriggle their way through the stalls, rattling home-made instruments and singing songs. The essentials for turning a healthy profit: skimpy clothes, lots of lipstick and a big dollop of attitude.

‘Remaja Gay’ dan ‘Waria Muda’ Rentan Tertular HIV

Menakut-nakuti remaja putra terkait dengan kehamilan pada pacarnya ternyata berujung ’buruk’. Pada masa dorongan hasrat seksual sedang menggebu-gebu mereka terperangkap dalam ketakutan.

Waria Kini Diakui di Paspor Australia, Ada Pilihan Jenis Kelamin untuk Kaum 'Waria'

Kejutan dari pemerintah Australia. Kini di paspor yang dikeluarkan negara Kangguru itu ada tiga pilihan gender, yaitu laki-laki, perempuan, dan 'belum ditentukan'.

Tampilkan postingan dengan label Kabar Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Dunia. Tampilkan semua postingan

Hanya 35 Persen Waria Bisa Gunakan Hak Pilih

 
YOGYAKARTA (kabarkota.com) - Pengasuh Pondok Pesantren Waria Alfatah Yogyakarta, Shinta Ratri menyebutkan banyak waria yang terancam kehilangan hak politiknya pada Pilpres 9 Juli mendatang karena rata-rata tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Dari pengalaman Pileg kemarin, hanya sekitar 30 - 35 persen waria yang bisa menggunakan hak pilihnya," ungkap dia. Padahal, jumlah waria di DIY saat ini diperkirakan mencapai 300-an orang.

Selain hak politik yang tidak terpenuhi, rata-rata waria di Yogyakarta juga tidak mendapatkan hak yang sama di dunia kerja. "Para waria umumnya bekerja sebagai pengamen, di salon-salon, dan pekerja seks komersil," sebut Shinta.

Mereka menekuni profesi tersebut, anggap dia, karena tidak memiliki skill dan bekal pendidikan formal yang memadai.

Oleh karenanya, waria 54 tahun ini berharap, agar siapa pun presiden yang terpilih nantinya akan memberikan perhatian khusus kepada kelompok minoritas ini, khususnya dalam pemenuhan hak sebagai warga negara pada umumnya.

Sebelumnya, pada 2 Juli kemarin, dalam debat tim sukses capres-cawapres yang digelar di Kampus Universitas Atmajaya Yogyakarta, tim dari kedua pasangan sepakat berkomitmen untuk memberikan perlindungan hak-hak warga negara bagi kaum transgender.

Tim pemenangan Prabowo Hatta DIY, Anang Sabtoni menganggap bahwa bagaimana pun mereka adalah bagian dari warga negara yang membutuhkan perlindungan. Hanya saja, bagaimana bentuk perlindungannya, itu masih  mempertimbangkan penghargaan terhadap nilai-nilai agama dan norma yang berlaku di masyarakat.

"Kami harus memberi mereka ruang untuk aksesabilitas," tegas Anang.

Senada dengan Anang, Tim Pemenangan Jokowi - JK yang diwakili oleh Esti Wijayati juga berpendapat bahwa pasangan capres nomer urut 2 sejak awal sudah berkomitmen untuk mrmberikan perlindungan bagi mereka, seperti hak pendidikan, dan kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan seksual.

Salah satu bentuk konkritnya, sambung Esti, berupa perumusan Rancangan Undang-Undang anti Kekerasan Seksual. (mon/tri)

Pahatan Transvetisme Tertua Ditemukan di China



Pahatan yang tercipta ribuan tahun lalu di wilayah terpencil region Xinjiang, barat laut Cina, menggambarkan adegan aktivitas transgender dan biseksual. Demikian klaim yang disampaikan penulis Mary Mycio.

Pahatan yang ditemukan sejak 1980-an ini berasal dari tahun 2000 sebelum Masehi dan diberi nama Kangjiashimenji Petroglyphs. Karya ini ditemukan kali pertama oleh Wang Binghua. Namun, belum ada kajian yang mengaitkannya dengan pornografi.

Baru Mycio yang pertama mengungkapkan gambar yang terdiri dari 100 sosok itu melukiskan adanya partisipan biseksual berjenis kelamin ganda lelaki dan perempuan. Kaum perempuannya digambarkan dengan torso segitiga yang maskulin, dilengkapi dengan pinggul, kaki, hiasan rambut, dan perhiasan.

Adapun lelakinya dipahat lebih kecil, kaki lebih kurus, dan tidak menggunakan hiasan apa pun. Kelompok ketiga, selain lelaki dan perempuan, diidentifikasikan oleh Mycio sebagai lelaki tetapi menggunakan hiasan rambut perempuan.

Salah satu penggambaran menunjukkan adanya pria yang tengah terangsang sambil merangkul pria lainnya. Pasangan pria ini sedang menyaksikan sembilan perempuan dan dua lelaki menari membentuk lingkaran. Di adegan yang lain, satu grup lelaki dan perempuan menari melingkari satu sosok biseksual yang tengah bersiap dipasangkan dengan satu perempuan.

"Tablo ini menunjukkan demonstrasi luar biasa bahwa seks adalah satu satu pendorong di balik terciptanya karya seni," ujar Mycio yang pernah menuliskan buku Wormwood Forest: A Natural History of Chernobyl. Jika memang kajian ini benar, maka Kangjiashimenji Petroglyphs menjadi karya pornografi tertua yang pernah ada.

Dikatakan Viktor Mair, pengajar Bahasa dan Sastra China di University of Pennsylvania, AS, penggambaran ini seperti "Hutannya lingga dan vulva yang diselimuti oleh simbol seksual." (Zika Zakiya/Kompas/National Geographic Indonesia)

Panti Jompo buat Waria Pertama di Indonesia

Sekitar belasan perempuan tua berkumpul di dalam rumah merah muda di pinggir jalan sempit berdebu di pinggiran Jakarta. Mereka menjahit, membuat kue, dan mengobrol.

Sekilas, mereka terlihat seperti nenek-nenek kebanyakan, namun pipi kempot dan garis-garis mendalam di wajah mereka seakan menyimpan kisah kesulitan hidup.

Semua perempuan ini adalah "waria", dan rumah yang mereka tempati adalah panti jompo pertama untuk waria di Indonesia.

Kata waria dalam bahasa Indonesia menggabungkan 'wanita' dan 'pria'.

Waria digunakan untuk menggambarkan serangkaian identitas gender, meski biasanya merujuk pada pria yang merasa bahwa mereka adalah perempuan, dan digunakan bagi mereka yang sudah atau belum melakukan operasi ganti kelamin.

Panti jompo ini adalah pemandangan tak terduga tapi menunjukkan kontradiksi di sebuah negara di mana, sampai dua tahun lalu, pemerintah masih menganggap transgender sebagai orang-orang yang cacat mental.

Sebagai bagian dari penghargaan, pemerintah mulai bulan Maret ini akan mendukung operasional panti tersebut, yang sudah buka sejak November. Bentuk dukungan tersebut adalah program gizi dasar dan modal usaha bagi 200 transgender di Jakarta.

Namun tetap saja, sebagian besar dana untuk menyokong rumah tersebut berasal dari pendirinya, Yulianus Rettoblaut, seorang waria dan aktivis yang dikenal dengan nama Mami Yuli. Ia mengubah rumahnya sendiri menjadi panti jompo tersebut tahun lalu.

"Kami fokus pada waria yang sudah tua karena LSM biasanya berfokus pada yang muda," kata Mami Yuli, 51, pada AFP.

Dia tergerak untuk bertindak setelah melihat banyak dari rekannya sesama waria yang sudah lebih tua di jalanan, sakit-sakitan, pengangguran dan terpaksa hidup di kondisi kumuh.

Beberapa waria sudah menjadi selebritas dengan menjadi pembawa acara bincang-bincang atau MC, tapi di negara berpenduduk terbesar di Asia Tenggara dengan 240 juta jiwa, waria disingkirkan oleh keluarga mereka yang biasanya akan bertanggungjawab mengurus anggota keluarga yang sudah tua.

"Hidup sangat sulit buat mereka dan banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Mereka sering tak punya pilihan selain tidur di bawah jembatan," kata Mami Yuli.

Meski rumah ini memiliki dana yang sangat terbatas, ia berusaha memberikan makan tiga kali sehari untuk penghuni yang belajar menjahit, membuat kue, dan menata rambut jika mereka menganggur.

Kondisi tinggal mereka sangat tidak ideal. Sekitar 12 waria yang tinggal di sana tidur di kasur-kasur tua, sempit-sempitan di satu kamar tidur di atas tangga yang sempit.

Ketika Mami Yuli tak punya cukup uang untuk biaya operasional per hari panti jompo tersebut, yaitu Rp350 ribu, ia mengadakan pertunjukan di jalanan dan penghuni rumah bisa menyanyi atau menari. Meski sudah tua, mereka tetap bekerja untuk mencari penghasilan bila mampu.

Sebagai seorang penganut Katolik yang taat, kata Mami Yuli, ada 70 gereja di Jakarta yang mendukung rumah tersebut, bahkan memberi bantuan tempat pengungsian saat banjir. Dan hanya empat yang menyumbangkan uang.

Meski tantangannya besar, dia berharap suatu hari bisa menampung 800 waria yang sudah tua di Jakarta dan mengembangkan pantinya ke tanah kosong di sebelah rumahnya kini. Itu kalau Mami Yuli bisa mengumpulkan cukup uang atau dukungan dari pemerintah.

Laporan Koalisi Asia-Pasifik tentang Kesehatan Seksual Pria menyatakan ada 35 ribu transgender di Indonesia, namun aktivis menduga angkanya jauh lebih tinggi dari itu.

Ada kelompok-kelompok etnis tertentu di Indonesia yang menganggap waria patut dihormati, namun sebagian besar dari mereka menjadi target pelecehan dan intimidasi, meski ada tanda-tanda penerimaan yang meluas.

Diskriminasi menyebabkan banyak waria yang menjadi pekerja seks, memperparah penyebaran HIV dari 6-34 persen antara 1997 dan 2007 antarwaria di Jakarta, menurut data Kementerian Kesehatan.

Prostitusi ilegal di Indonesia dan majelis ulama mengharamkannya.

Tetap saja, industri ini berkembang luas di bar-bar karaoke di Indonesia serta jalan-jalan gelap, di mana waria sering membuka baju untuk memamerkan dada yang tumbuh akibat hormon dari pil KB atau suntikan silikon.

Beberapa malah ada yang memamerkan hasil operasi kelamin mereka, meski hanya sedikit waria yang mampu membiayai operasi ini. Prosedur ini sebenarnya sudah ada sejak 1970an, meski tidak resmi tercatat di sistem kesehatan masyarakat.

Pada usia 70 tahun, Yoti Oktosea sudah menjadi perempuan. Ia adalah salah satu penghuni panti Mami Yuli.

Dengan mengenakan celana pendek selutut dan kaus longgar, ia sudah tak lagi mengenakan riasan wajah atau melentikkan bulu mata, tapi dengan bangga ia memamerkan fotonya sebagai seorang perempuan muda.

Saat itu, ia adalah seorang pekerja seks yang banyak dicari, menurut pengakuannya.

"Tapi sekarang banyak yang melorot!" katanya tertawa.

Mami Yuli yang berpakaian rapi pernah bekerja selama pekerja seks selama 17 tahun tapi ia bisa membalikkan hidupnya, menjadi waria pertama yang mendapat sarjana hukum dari universitas Islam pada usia 46.

FPI adalah musuh utama waria, menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk menutup acara-acara transgender yang menurut mereka "mengancam nilai-nilai islam di Indonesia". Salah satu acara yang mereka gagalkan adalah pemilihan ratu kecantikan transgender pada Desember lalu.

"Kami berhasil menutup kontes tersebut dan kami bisa menggagalkan pertemuan waria lainnya," kata ketua FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Namun ada tanda-tanda bahwa masa depan bisa menjadi agak cerah buat komunitas marjinal ini.

Pada 2008, di Yogyakarta dibuka sekolah mengaji pertama untuk waria. Panti Mami Yuli bisa dilihat sebagai suatu kemenangan lain.d

SUMBER :
http://id.berita.yahoo.com/panti-jom...103141576.html

Militer Israel Dihebohkan Tentara Waria

Foto tentara Israel sedang mengenakan sepatu boots berhak tinggi yang dimuat di majalah "Bamahane" ini telah menimbulkan kontroversi di militer negara itu.

Sebuah majalah militer Israel menggegerkan militer Israel setelah memuat artikel tentang tentaranya yang mengaku bergaya waria saat tidak bertugas.

Menurut kantor berita AP, majalah Bahamane mewawancarai tiga tentara aktif yang mengenakan pakaian perempuan di luar jam kerja. Artikel itu juga menyertakan sebuah foto seorang tentara berseragam hijau, mengenakan sepatu boots berhak tinggi, dan wajah ditutup masker gas.

Ketiga tentara yang diwawancarai itu mengatakan bahwa ada juga "waria" di sebagian besar unit militer Israel, tak terkecuali di kalangan pasukan elite.

Militer Israel (IDF), Selasa (20/3/2012), mengatakan bahwa majalah itu diharuskan mengirim artikel-artikelnya untuk mendapat persetujuan dari kepala kantor pendidikan di Korps Pendidikan dan Pemuda sebelum diterbitkan.

Sebelum ini, Bahamane memicu kontroversi dengan menerbitkan tulisan tentang kaum gay dan lesbian di militer.

Menurut Haaretz, pada 2001, satu edisi majalah itu juga disensor karena memuat foto seorang tentara yang membawa bendera pelangi untuk sebuah artikel berjudul "Seperti inilah saya mengaku."

Israel secara resmi menerima tentara gay dan lesbian sejak 1993, serta mengizinkan tentaranya berpartisipasi dalam Pride, sebuah pawai yang diikuti kaum homoseksual.

Pemerintah Pakistan Pekerjakan Waria Sebagai Penagih Pajak


Bulan lalu di Asia Calling kita simak bagaimana waria di Pakistan akhirnya diakui sebagai warga negara yang sah di negeri itu.

Mereka kini mendapatkan kartu identitas nasional, yang memberi akses terhadap fasilitas kesehatan negara dan keuntungan lainnya.
Dan untuk pertama kalinya, mereka diberi kesempatan untuk bekerja di kantor pemerintah.
Seperti yang dilaporkan Naeem Sahoutra, para waria ini melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan masyarakat.

Sana, seorang waria 22 tahun, mengetuk pintu sebuah vila mewah di kawasan elit Karachi.
Ia memakai pakaian mirip baju kurung panjang dipadukan celana panjang warna warni dengan tata rias lengkap.
Ia kemari untuk menangih pajak pemerintah yang belum dibayarkan.
"Kadang-kadang pengemplang pajak mau membuka pintu dan berbicara dengan kami, karena mereka tahu, kami bekerja sebagai penagih pajak. Tetapi banyak juga yang nakal. Mereka membanting pintu di depan kami. Kalau itu terjadi, kami akan menggunakan metode tradisional seperti menyanyi atau bertepuk tangan."
Seorang perempuan melongok lewat pintu yang separuh terbuka. Ia pikir Sana adalah seorang pengemis dan ia tak mau keluar.
Tapi setelah Sana menunjukkan tanda pengenalnya dan mengancam akan memutus saluran airnya, perempuan itu pun berjanji kalau suaminya akan segera membayar tagihan itu.
Sampai saat ini kebanyakan masyarakat Pakistan mengaitkan waria dengan prostitusi.
Masyarakat juga kerap malu jika ada waria mendatangi rumah mereka dan ini membuat mereka segera membayar utangnya.
Aziz Soharwardi, Wakil Presiden Dewan Cantonment Clifton (CCB), mengatakan para waria itu melakukan pekerjaan yang luar biasa.
"Ini membuka jalan baru. Kaum waria yang akan mengunjungi pengemplang pajak, dapat diminta menggunakan metode tradisionalnya untuk menarik tunggakan. Dalam delapan bulan terakhir, mereka telah mengumpulkan delapan juta. Ini cukup menguntungkan bagi pemerintah, terlepas dari bagaimana mereka melakukannya."
Pekan lalu orang-orang transeksual merayakan kemenangan yang bersejarah.
Kartu identitas nasional kini punya jenis kelamin ketiga bagi waria atau di Pakistan dikenal dengan Khawaja Sara. Dan pengadilan Tinggi juga telah meminta pemerintah menyediakan pekerjaan bagi mereka.
Keputusan itu memunculkan perayaan seperti ini di segenap penjuru negeri itu.
Tapi sebagain besar kehidupan waria tidak berubah.
Saat ini pukul dua malam di pusat kota Karachi. Neelum, waria berusia 29 tahun, sedang berada di jalanan.
Dia dulunya penari di sirkus tapi kini ia menjajakan diri untuk bertahan hidup.
"Saya hanya merasa bahagia bila dapat meninggalkan profesi ini dan diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain. Tapi tampaknya itu takkan mungkin terjadi."
Situasinya lebih buruk bagi waria di wilayah yang masih sering terjadi kekerasan seperti Khyber Pakhtunkhwa.
Milisi Taliban melarang mereka menampilkan tarian tradisional.
Aktivis transgender lokal, Farzana, ingin melihat waria di daerah ini juga dipekerjakan sebagai penagih pajak.
"Kami butuh pekerjaan, dan siap bekerja dengan pemerintah untuk memulihkan utang. Jika pemerintah memberi kami pekerjaan, para pengemplang pajak tidak akan menolak, karena mereka tahu, kami ditunjuk secara resmi. Kami tidak bisa menari lagi dan kini hidupsengsara. Makanya pemerintah harus membantu kami."
Kembali ke Karachi, pejabat Cantonment, Aziz, memuji penangih hutangnya yang baru.
"Saya yakin! Jika mereka diberi posisi yang layak dalam masyarakat, mereka bisa berkontribusi dalam banyak cara. Seperti yang pernah mereka lakukan di sini."
Aktivis HAM gender, Sarah Gill, bermimpi ingin melihat waria tidak hanya jadi pengumpul pajak tapi berada di posisi kekuasaan yang nyata.
"Saya harap setelah sepuluh tahun, saya akan melihat waria duduk di parlemen atau kementrian. Saya ingin saudari saya ada di sana, karena kami punya pendidikan dan kemampuan untuk itu."

Hijra/Waria Diakui Sebagai Identitas


Hijra atau waria di Pakistan akhirnya berhasil didaftarkan sebagai gender terpisah dalam kartu penduduk negeri itu.
 
The National Database and Registration Authority atau Otoritas Database dan Pendafataran Nasional memasukkan satu kolom tersendiri untuk mereka dalam formulir kartu identitas.

Formulir baru ini dipakai awal tahun depan.

Kini ribuan hijra di Pakistan bisa mendapatkan manfaat dari kartu identitas yang baru ini.

Ikuti laporannya bersama Shahab ur Rahman dari Peshawar.

Sambil duduk di kamar kost, Gull Babo, hijra yang berusia 72 tahun bercerita, kalau hidupnya tidak mudah.
”Waktu saya 11 tahun saya tinggalkan rumah dan mulai menari di beberapa acara besar. Setelah saya mengalami kecelakaan lalu lintas, salah satu kaki dan mata saya cacat. Jadi saya tidak bisa menari dan menghasilkan uang sekarang. Hijra adalah ciptaan Tuhan, tapi masyarakat tidak mau menerima kami. Mereka menyebut kami sebagai hijra, yang melekat dengan stigma dan didiskriminasi. Karena miskin dan sudah tua, kami berhak diperlakukan sebagai warga negara Pakistan lainnya.”

Ia tak pernah mendapat bantuan kesehatan, psikologi atau terapi. Tapi ia optimistis dengan adanya kartu identitas, maka akan membuka banyak peluang.

“Semoga setelah dapat kartu identitas, kami akan mendapatkan beberapa bantuan resmi, selain menghilangkan berbagai masalah sosial.”

Di Pakistan, ada sekitar 500 ribu hijra atau semacam waria di Indonesia. Mereka biasanya melayani upacara-upacara adat tradisional.

Di negara Muslim yang konservatif, tempat hubungan seks di luar nikah masih tabu dan homoseksualitas dianggap ilegal, Hijra kerap diasingkan dan terpaksa hidup di satu tempat tinggal kontrakan kecil yang disebut sebagai “Khotta”.

Pada 2009, Mahkamah Agung meminta pihak berwenang untuk mengeluarkan kartu identitas kepada para Hijra, yang menyebutkan jenis kelamin mereka sebagai jenis kelamin “lainnya”.

Farzana, 35 tahun, presiden Hijra dari She Male Association, senang karena keputusan pengadilan sudah mulai berlaku.

Pembuatan kartu identitas ini merupakan tuntutan pertama Asosiasi itu yang telah diterima.
“Kartu identitas ini akan sangat membantu kami. Kartu ini akan membiarkan kami untuk hidup normal. Kami bisa ikut dalam pemilu dan melayani masyarakat. Kami tidak punya keluarga, tapi kami menanggap orang-orang dalam masyarakat sebagai keluarga kami. Kartu identitas ini akan membantu kami membuka rekening, membuat usaha dan beli tanah supaya kami bisa membangun. Sebelumnya, kami tidak punya kesempatan seperti ini, tapi sekarang kami harap bisa punya semua hak-hak ini.”

Farzana kini ingin sekali mendapatkan hak-hak yang lebih banyak bagi hijra.


“Ini adalah langkah yang besar bagi pemerintah, tapi kami butuh pekerjaan, dan bangsal terpisah di rumah sakit. Kami juga butuh bantuan untuk rekan-rekan kami yang sudah lanjut usia.“

Pemerintah juga akan mempekerjakan para hijra. Departemen Kesejahteraan Sosial berencana untuk menyisihkan satu kuota khusus bagi hijra di berbagai departemen umum.

Sitara Ayaz adalah menteri kesejahteraan sosial tingkat provinsi.
“Sekarang pemerintah akan meloloskan resolusi dari Majelis yang akan membuat kuota pekerjaan untuk hijra. Mereka akan punya kesempatan yang sama seperti perempuan dan orang-orang khusus untuk mendapatkan pekerjaan dan pekerjaan akan disediakan bagi mereka di beberapa departemen resmi. Kabinet akan membahas hukumnya dan akan di setujui oleh majelis. Semoga sebelum tahun ini pemerintah akan meloloskan resolusi di majelis.”

Namun, meski pemerintah mendukung, masyarakat Pakistan masih memperlakukan hijra dengan buruk. Tidak ada yang mau makan atau bersalaman dengan mereka.

Komisi Hak Azasi Manusia mencoba meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat.

Malik Jarar Hussain mengatakan komisinya akan mengadakan satu seminar.

“Seperti pada generasi pertama dan kedua, hijra berhak untuk mendapatkan semua hak-hak mereka. Komisi Hak Azasi Manusia Pakistan atau HRCP sudah berpendirian bahwa semua manusia harus diberikan semua haknya. Identifikasi dan klasifikasi adalah hak mendasar mereka. Kami berencana untuk menggelar seminar untuk para politisi, dan sebagai penerapan dari keputusan itu, kami harus melakukan amandemen besar dalam hukum-hukum yang bersangkutan.”

Meski pemerimtah baru akan mengeluarkan kartu identitas pada tahun depan, pemerintah masih punya tantangan untuk melindungi hak-hak hijra sebagai gender tersendiri.
Namun orang hijra berpendapat, kartu identitas ini adalah langkah awal yang penting.

Ketika saya berbicara dengan Nisha, seorang hijra berumur 22 tahun, ia senyum dan nampak senang karena masalah-masalahnya akan diselesasikan.

“Kartu identitas ini akan menyelesaikan masalah kami. Ini akan membantu kami supaya bisa pergi ke luar ngeri dan kami juga akan dapat paspor. Kami sekarang bisa memilih wakil pemerintah yang akan membantu kami mengatasi masalah kami. Untuk kali pertama kami dianggap sebagai warga negara Pakistan.”

Dan setelah diakui sebagai warga negara maka sudah setengah jalan untuk mendapatkan seluruh hak-hak para hijra atau waria ini.

Belanda Melanggar Hak Waria, Transsexsual.


Anda pasti punya KTP atau surat identifikasi lainnya. Jenis kelamin anda tercantum di situ. Lazimnya, jenis kelamin sesuai dengan penampilan fisik anda. Tapi bagaimana kalau tidak? Dan anda diminta mengidentifikasi diri. Repot, kan!
Menyodorkan kartu identifikasi tampak mudah. Tapi ini seringkali menjadi masalah dan menyebabkan penghinaan bagi waria, transgender/transsexual di Belanda yang merasa haknya dilanggar pemerintah melalui pasal 28 KUH Perdata.
"Pemerintah Jangan Campur Tangan Soal Baju Dalam Warganya," itulah desakan Human Rights Watch, HRW. Mereka meminta negara Belanda mencabut pasal tersebut. Boris Dittrich, juru bicara HRW soal lesbian, gay, biseksual dan transgender, LGBT, menyerahkan laporan HRW kepada pemerintah Belanda.
Waria, transgender
Waria, transgender bukan lagi hal aneh di dunia. Laki-laki merasa perempuan; perempuan merasa laki-laki. Kalau tidak nyaman dengan jenis kelamin alami, mereka memilih operasi. Di Belanda ongkos operasi kelamin ditanggung asuransi. 
Walau begitu, tidak setiap waria mau atau merasa perlu dioperasi untuk menunjukkan kejantanan atau sisi feminin mereka. Tapi itu bukan pilihan di Belanda, bagi waria yang ingin mendapat kartu identifikasi baru. Mereka harus memenuhi syarat pasal 28 KUH Perdata Belanda: menjalani terapi hormon, melakukan operasi kelamin dan harus mandul untuk selamanya.
Itulah tiga syarat soal perubahan jenis kelamin transgender yang berasal dari tahun 1985.
Belanda melanggar HAM
Belanda dikenal sebagai negara pelopor dalam hal-hal kontroversial: seperti pernikahan sesama jenis, euthanasia, legalisasi kanabis. Begitu juga ketika memberlakukan perundang-undangan transgender tahun 1985.
Tapi, demikian Boris Dittrich, 25 tahun kemudian UU itu sudah kadaluarsa dan Belanda ketinggalan zaman, karena sejumlah negara barat telah menyesuaikan UU mereka terhadap waria, seperti Spanyol, Portugal, Britania Raya. 
Menurut Boris Dittrich, persyaratan Belanda yang memaksa waria menjalani operasi sebelum diakui sebagai perempuan atau laki-laki, melanggar hak azasi manusia internasional. Karena itulah HRW mendesak pemerintah Belanda secepatnya menghapus semua persyaratan medis.
Perubahan identitas secara legal jangan dikaitkan dengan operasi fisik, ujar Dittrich.  
Di Belanda ada sekitar 100 ribu waria, transgender. Dan mereka itu setiap hari berhadapan dengan sisi-sisi negatif peraturan tersebut.
Masyarakat tidak mudah menerima kaum transgender. Politisi pada umumnya sama sekali tidak peduli soal kepentingan kaum waria. Untung saja, demikian Dittrich, ada organisasi-organisasi yang memperjuangkan kepentingan, dan hak waria agar mereka diperlakukan sama.
L, P atau X
Setiap warga Belanda punya nomor masing-masing, dan itu sering dipakai pemerintah sebagai identifikasi. Jadi sebenarnya jenis kelamin L atau P di kartu identifikasi tidak perlu lagi. Australia belum lama ini memberlakukan undang-undang baru yang memberikan pilihan L, P atau X bagi warganya.
X bagi gender variance (mereka yang merasa baik laki-laki maupun perempuan) atau bagi mereka yang tidak mau mengisi jenis kelamin. Selandia Baru mulai membicarakan kemungkinan itu. Bisa saja, demikian Boris Dittrich, ini awal perkembangan baru dan dalam waktu 5 – 10  tahun, lebih banyak negara yang mempertimbangkan pembubuhan X  pada dokumen identifikasi.
Tapi untuk sementara, kalangan waria, transsexual dan gender variance di Belanda harus sabar menantikan amandemen pasal 28 KUH Perdata Belanda. Kalau disetujui kedua Majelis Belanda, perubahan itu akan mengakhiri diskriminasi terhadap waria dan mereka akan diperlakukan sama.

Boris Dittrich, jebolan fakultas hukum Universitas Leiden menjadi anggota parlemen Belanda (partai D66) selama 12 tahun lebih, sebelum hengkang ke New York untuk memperjuangkan hak LBGT melalui Human Rights Watch.
Selaku anggota parlemen, Dittrich merancang empat undang-undang yang diterima kedua Majelis Belanda dan disahkan. Berkat Dittrich, Belanda menjadi negara pertama di dunia yang mengijinkan pernikahan sesama jenis.
Sebelum masuk dunia politik, Dittrich menjabat hakim di pengadilan kota Alkmaar dan sebelumnya meniti karir sebagai pengacara di Amsterdam. Mantan anggota parlemen Belanda ini turut meluncurkan dokumen penting, the Yogyakarta Principles, pedoman universal hak azasi manusia yang berkaitan dengan orientasi sexual dan gender identity.

Polandia lantik waria jadi wakil rakyat


Jika di Indonesia para waria masih memperjuangkan hak-haknya dan tak jarang mereka mendapatkan kekerasan, maka nasib berbeda dialami para waria di Polandia.Di negeri Eropa Timur itu, para waria nampaknya sudah memiliki hak setara dengan warga negara lain. Bahkan mereka berkesempatan berkarir di dunia politik.

Sang waria politisi itu adalah Anna Grodzka, 57, yang terlahir sebagai seorang laki-laki bernama Krzysztof, sebelum menjalani operasi kelamin di Thailand.
Dan negeri yang dulunya sangat konservatif itu dalam waktu dekat akan memiliki waria pertama yang menjadi wakil rakyat.
"Saat saya bertemu masyarakat di jalanan, sebagian besar dari mereka bereaksi positif," ujar Anna seputar reaksi masyarakat atas terpilihnya dia sebagai anggota parlemen.
"Tapi tentu saja ada yang menentang dan bersikap agresif," kata dia.
"Yang menyedihkan adalah politisi dan media menggunakan fakta bahwa saya pernah menjadi laki-laki sebagai sarana untuk menyerang saya," ujar Anna.
Selain sang waria, seorang gay, Robert Biedron juga akan dilantik menjadi wakil rakyat hasil pemilu bulan Oktober lalu.

Pudarnya pengaruh gereja


Terpilihnya Anna Grodzka merupakan imbas dari suksesnya Partai Gerakan Palikot mendulang 10% suara dalam pemilu.
Partai ini mengusung pendirian anti pemuka agama dan mengkritik Gereja Katolik Roma yang membiarkan para imamnya terlibat dalam politik.
Partai ini juga memperjuangkan legalisasi aborsi, pernikahan gay dan kepemilikan ganja.
Kemenangan partai ini mengejutkan para analis dan menempatkan partai ini menjadi fraksi ketiga terbesar dalam parlemen Polandia.
Sementara itu, para analis politik setempat mengatakan terpililhnya seorang waria dan gay sebagai anggota parlemen menunjukkan semakin meredupnya pengaruh gereja di negeri kelahiran Paus Yohanes Paulus II itu.
Sebagian warga Polandia juga melihat kemenangan partai ini menjadi pertanda Gereja Katolik Roma gagal mendekati anak-anak muda.
"Ini adalah pertanda nyata, bahwa agama yang diwakili keberadaan Gereja Katolik tak bisa diterima anak-anak muda," kata Maciej Zieba, mantan kepala Ordo Dominika.
"Terus terang ini adalah tantangan dan masalah, terutama untuk menyampaikan pesan Tuhan," tambah dia.

10 Waria Yang Paling Sukses Di Dunia Hiburan Internasional

Ada banyak laki-laki di dunia ini yang pada kenyataannya lebih cocok menjadi wanita ketimbang laki-laki. Banyak dari mereka tidak lantas melakukan operasi ganti kelamin, namun kesehariannya berpenampilan sebagai perempuan. Di dunia pertunjukkan hal seperti ini adalah hal yang biasa, kadang malah sulit membedakan, apakah dia wanita tulen atau banci.Beberapa dari mereka, berkat penampilannya, beberapa di antaranya malah mirip selebriti terkenal, berhasil menembus dunia glamour perfilman.

Berikut ini adalah 10 banci terkenal di dunia pertunjukkan.

1. RuPaul RuPaul
Dia adalah banci yang paling terkenal di dunia. Ia akan menjadi bintang di kemudian hari, ibunya tahu hal itu. RuPaul lahir di San Diego sebagai laki-laki. Tidak diceritakan apakah ia melakukan operasi kelamin agar menjadi wanita sempurna, atau hanya penampilan dan tingkah laku saja. Tapi RuPaul telah terlihat menunjukkan prestasinya sejak belasan tahun. Dan ia pun tampil dalam pertunjukkan pertamanya tahun 1985, delapan tahun kemudian ia menggebrak dengan album dancenya yang langsung hit di radio. Sejak itu kariernya stabil, tidak melonjak tapi juga tidak drop. Ia memiliki acara televise juga secara berkala merilis album.

2. Frank Marino

Terkenal di Las Vegas, Bahkan Sebuah Jalan dinamai dengan Namanya, juga setiap Tgl 1 Februari diperingati sebagai Hari Frank Marino Dia telah tampil sebagai Joan Rivers sejak tahun 1985, tapi nama aslinya adalah Frank Marino. Pada awalnya para pemilik klub di Las Vegas merasa skeptic dengan kemampuannya, namun pikiran itu kontan berubah, setelah melihatnya di panggung dan mereka pun telah membayangkan bahwa pertunjukan-pertunjukan Joan River (Frank Marino) bakal sukses besar. Selama lebih 20 tahun dia menapaki kariernya dari panggung ke panggung di Las Vegas, dan pertunjukkannya selalu sukses. Namanya begitu terkenal dan dihormati, sampa-sampai sebuah jalan di Las Vegas dinamai dengan namanya. Lebih hebat lagi, sekarang ini seriap 1 Februari di Las Vegas diperingati sebagai Hari Frank Marino. Luar biasa ya!

3. Mimi Marks

Dia tampil di pertunjukkan di Baton Show Lounge di Chicago. Ia terlahir di Iowa dengan nama Mark. Ia merasa tidak nyaman dengan kulitnya sendiri. Tanda-tanda ‘kewanitaannya' sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun ia baru berani terang-terangan ketika berusia 21 tahun di mana ia benar-benar menunjukkan dirinya adalah wanita. Namun begitu sesungguhnya ia adalah seorang yang cerdas dan berprestasi. Ia berhasil memenangkan sejumlah gelar. Ia juga tampil di sejumlah video music serta muncul dalam berbagai acara di televisi.

4. Aurora Sexton

Ia tampil pertama kali di Boulder, Colorado, dan para penonton menyukainya sehingga ia kerap tampil di sana. Aurora lahir di Denver, Colorado, sayangnya tidak dipublikasi siapa nama laki-lakinya. Tahu-tahu ia menyebut dirinya adalah Aurora Sexton. Ia selalu tampil sexy dengan payudaranya yang besar yang selalu menyembul keluar. Seperti para wadam yang lain, Aurora pun mencatat sejumlah prestasi di antaranya memenangkan sejumlah kontes. Saat ini tinggal di Chicago, Illinois. Ia menjadi host sejumlah pertunjukkan popular.

5. Lana Blake

Ia berkarier selama 15 tahun di dunia pertunjukkan Texas, AS. Ia juga telah memenangkan banyak kontes, setidaknya ia telah mengoleksi 10 gelar lebih dalam berbagai lomba. Dalam bisnis pertunjukkan Texas, nama Lana Blake nyaris seperti ‘jaminan mutu' karena ia begitu dicintai sehingga pertunjukkannya selalu sukses. Boleh dibilang, Lana Blake adalah salah satu bintang terkenal di Texas.


6. Lisa Beaumann

Lisa memiliki gelar sarjana di bidang teater. Hal ini membuat penampilannya unik karena dia memang menjiwai kehidupan panggung. Ia adalah artis serba bisa. Ia tampil dalam sejumlah pertunjukkan sangat serius di Louisiana, dan penonton sangat menyukainya. Ia memiliki sejumlah bintang favorit di antaranya, Liza Minelli, Carol Channing, Shania.

7. Romy Haag

Romy berasal dari Belanda, namun kepopulerannya melintasi Negara-negara di Eropa, dia bahkan sangat terkenal di Jerman. Ia terlahir dengan nama Edouard Frans Verbaarsschott pada 1951. Pada masa itu ia tergolong cukup berani tampil sebagai wanita, yakni pada usia 16 tahun. Tahun 1972 ia datang ke Amerika mencoba peruntungannya dan tampil di dunia hiburan beberapa tahun kemudian. Ia telah membintangi 26 film Jerman sepanjang kariernya, ia bahkan telah merilis otobiografinya.

8. Pete Burns

Sempat menikah selama 25 Tahun, kemudian menjadi wanita setelah bercerai Pete lahir pada tahun 1959 dari ayah kebangsaan Inggris dan ibu Yahudi. Ia menjadi terkenal setelah menjadi lelaki nomor satu di band "Dead or Alive". Ia juga dikenal karena penampilannya yang flamboyant. Perjalanan hidup Pete Burns cukup menarik disimak. Pete sempat menikah dengan seorang wanita dan perkawinan itu bertahan selama 25 tahun, sebelum akhirnya ia menceraikan istrinya. Ironisnya, ia lalu beralih mengubah dirinya menjadi wanita. Tidak diceritakan soal orientasi seks itu apakah tiba tiba muncul atau memang sudah ada sejak dulu, atau dia memainkan peranan ganda. Mungkin semua penjelasan itu bisa didapat dalam buku otobiografinya yang telah dirilis. Di sana dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, termasuk pernikahannya serta teman temannya.

9. Steven Wayne
Mirip Selebritis Terkenal Cher Ia dilahirkan dan dibesarkan di West Virginia. Memulai karier panggungnya pada 1987 di club "The Shamrock." Kemudian dia menetap di Las Vegas sejak 1999. Kalau dilihat sepintas, tampilannya mirip Cher, selebriti kondang. Ketika ia tampil di panggung, siapapun nyaris sulit membedakan apakah ia Cher asli atau palsu alias Steven Wayne. Ia telah berkarier selama 21 tahun dan dia sangat menyukainya.

10. Chad Michaels

Selain Steven Wayne, ada lagi yang wajahnya mirip Cher, dia adalah Chad Michael. Seperti halnya Steven, sulit membedakan Cher dan Chad Michael, keduanya berwajah amat mirip. Nyaris seperti duplikat. Kemiripan ini sudah sangat terkenal di dunia hiburan. Selama dua decade, berkat kemiripannya itu, ia telah bekerja sama dengan banyak actor juga produser Cher sendiri. Cher mengetahui hal ini, bahkan ia menyukai penampilan Chad yang mirip dirinya. Bahkan Cher sering datang ke berbagai pertunjukkan yang digelar Chad. Chad Michael telah menjadi bagian dari Dream Girls Revue di California.

Puluhan Tahun Jabat Perwira AL Inggris, Kini Jadi Waria

Mantan Perwira Angkatan Laut Inggris, David Payne mengambil keputusan paling berani dalam hidupnya. Bukan ikut berperang di Afghanistan, melainkan merubah diri jadi seorang waria.

David Payne yang kini berumur 48 tahun, memutuskan menjadi seorang waria empat tahun lalu dan merubah namanya menjadi Natasha Gray. Seperti dilansir Dailymail, Gray kini menjadi penari erotis.

Bahkan, mantan anggota Angkatan Laut itu kini mempunyai payudara layaknya seorang wanita dan secara rutin menjalani perawatan hormon untuk menjaga bentuk tubuhnya.

Gray berkilah keputusannya ini adalah takdir, karena ia seharusnya dilahirkan menjadi seorang perempuan, "aku tahu, ketika aku berusia empat tahun seharusnya mennjadi apa. Seharusnya aku lahir di tubuh wanita."

"Aku membuat beberapa keputusan sulit. Aku tahu aku tidak bisa mengatakan apa-apa dan aku tidak bisa terlihat menjadi feminin. Pada tahun 1960 keadaan seperti sekarang tidak bisa diterima. Jadi saya punya pacar," ujar Gray.

Bahkan pada usia 28 dirinya menikah dengan seorang wanita dan mempunyai seorang anak. Istri pertamanya bahkan mendukung langkahnya ini dengan pergi berbelanja pakaian perempuan bersama-sama.

Pada tahun 1998, ia meninggalkan Angkatan Laut dan menikah lagi, tapi istri keduanya menceraikannya setelah tujuh tahun menikah. Setelah memutuskan ingin menjadi seorang wanita, maka Payne memilih nama Natasha. Ia sekarang tinggal di North Tyneside dengan anaknya yang berusia 21 tahun dan pacar Mary, yang merupakan manajer toko makanan cepat saji.

"Anak saya selalu tinggal dengan saya dan dia bangga padaku. Ia adalah orang pertama saya beritahu bahwa aku akan merubah diri dan ia mendukung saya dan mengatakan itu adalah hidup saya. Aku punya saudara kembar tapi kami tidak pernah punya hubungan dekat."

"Aku mengambil kelas menari empat tahun yang lalu sebelum aku berubah diri, pada saat melakukan kelas Latin teman-teman mengolok-olok gerakan saya, karena saya tidak bisa mengikuti apa yang diajarkan, sehingga guru tari menyarankan menari tiang," katanya.

Walaupun telah sukses menjadi penari tiang erotis, kini Gray mempunyai satu obsesi lagi agar orang-orang seperti dirinya dapat diterima.

"Saya ingin menjadi presenter transgender pertama TV, lakukan fashion modeling di Newcastle Fashion Week, atau untuk Vivienne Westwood dan Chanel, tapi kurasa itu mimpi seorang gadis."

Waria Indonesia Serbu Malaysia


MELAKA l - Para waria di Taman Melaka Raya, Melaka, Malaysia, jengkel karena serbuan waria asing, terutama yang berasal dari Indonesia. Menurut seorang waria yang mengaku bernama Shasa, persaingan itu sangat berat.
“Waria asing, banyak yang dari Indonesia, tidak takut pada kami dan mereka memiliki pelindung. Kami juga punya pelindung, tetapi (waria) yang asing sangat kuat dan jumlahnya lebih banyak,” ujar Shasa seperti dilansir The Star.
Sebagian besar waria asing masuk negara itu menggunakan visa kerja atau belajar.
Para waria asing menganggap Taman Melaka Raya sebagai ladang emas karena kawasan itu menjadi jujugan turis asing, ungkap Datuk Norpipah Abdol, kepala Komisi Pengembangan Kesejahteraan Perempuan dan Keluarga Malaysia.
“Kami mengetahui keberadaan mereka. Kami siap memberi konseling dan dukungan emosional,” imbuh Norpipah.
Sebelumnya The Star melaporkan, Senin (3/10/2011), bahwa sejumlah waria memindahkan operasi mereka ke distrik bisnis di kota itu.
Di tengah persaingan yang ketat itu, para waria harus kreatif. Banyak dari mereka yang menambah layanan dengan menjadi pemandu wisata.
Norpipah mengatakan, pemerintah akan mencari bantuan dari lembaga-lembaga non-pemerintah dan Departemen Agama Islam negara bagian itu untuk membimbing para waria.
“Mereka memerlukan bantuan, namun mereka juga harus tahu bahwa yang mereka lakukan itu salah secara moral,” ujar Norpipah.
Norpipah menambahkan, pemerintah negara bagian akan bekerja sama dengan departemen imigrasi, Dewan Kota Bersejarah Melaka, dan pihak kepolisian untuk mengecek status kewarganegaraan para waria itu.

Waria Kini Diakui di Paspor Australia, Ada Pilihan Jenis Kelamin untuk Kaum 'Waria'


Kejutan dari pemerintah Australia. Kini di paspor yang dikeluarkan negara Kangguru itu ada tiga  pilihan gender, yaitu laki-laki, perempuan, dan 'belum ditentukan'.

Pilihan tiga opsi gender ini, menurut pemerintah Australia, untuk menghilangkan diskriminasi atas individu yang menempuh jalan transgender. Dengan demikian, transgender Australia kini dapat menyantumkan pilihan mereka di paspor dengan tanda 'X'.

Tapi, ada syaratnya. Ketegasan kelamin transgender itu harus punya bukti medis, dalam hal ini surat dari dokter.

Sebelumnya, lazimnya di negara-negara lain pilihan gender dalam paspor hanya dua, yaitu pria dan perempuan. Individu tidak dibolehkan mengubah gender dalam paspor mereka kecuali operasi kelamin.

Senator Louse Pratt, yang punya rekan perempuan tapi sekarang diakui sebagai pria, mengatakan ini adalah terobosan penting bagi Australia.

"Tanda 'X' jadi penting, karena ada orang-orang yang merasa ambigu dengan gender mereka," kata dia. "Ini penting untuk mengakui hak azazi mereka," sambung dia.

Menlu Australia, Kevin Rudd, mengatakan aturan baru paspor ini akan menghapus diskriminasi gender dan orientasi seksual di bandara.

Jaksa Agung Robert  McClelland mengatakan aturan ini akan berdampak pada sejumlah warga Australia yang selama ini mendapat hambatan di bandara.
Redaktur: Stevy Maradona
http://www.republika.co.id
Sumber: AP/

Waria Show, Kabaret tentang Cerita Klasik hingga 'James Bond'

Pattaya Di Thailand, waria adalah aset. Mereka diberi ruang untuk ikut memajukan pariwisata. Di Pattaya misalnya, para waria 'dijual' dengan mementaskan kabaret cerita klasik hingga film 'James Bond'.

Detikcom dan rombongan Familiarization Trip Corporate and Media Partner Garuda Indonesia Holidays, terlambat 5 menit di lokasi, Alcazar Show, Pattaya, Selasa (26/7/2011) malam. Bus tersendat karena jalanan agak macet. Turun dari bus, rombongan langsung bergegas ke ruang show.

Di dalam ruangan yang berkapasitas kurang lebih 500 orang ini, ratusan penonton tengah duduk manis menghadap panggung seluas kurang lebih 30 x 20 meter yang terang benderang oleh lampu sorot. Beberapa waria asik dengan kostum laiknya penari tradisional berlenggak-lenggok mengikuti irama musik. Satu dua menit kemudian, lampu panggung padam. Waria yang sebelumnya berlenggak-lenggok lenyap ditelan gelap.

Pelan-pelan, musik tradisional Cina mengalun. Beberapa waria lainnya muncul dengan pakaian ala negeri tirai bambu, mengenakan terusan sutra berwarna-warni, dan mahkota sederhana berwarna kuning keemasan. Dari penokohan terlihat mereka tengah mementaskan salah satu legenda Tiongkok.

Cling! Lampu kembali padam. Kali ini terdengar musik dance. Satu waria dengan pakaian minim berwarna biru silver, muncul bersamaan dengan sorotan lampu. Gerak tubuhnya mantap. Sepatu boot warna putih tak mengurangi kelincahan wanita pria ini. Sejurus kemudian, beberapa penari latar lelaki muncul dan ikut menari.

Aksi itu ditutup dengan dentuman musik. Waria dan penari latarnya 'hilang' bersamaan dengan padamnya sorot lampu. Jreng! Lampu kembali nyala, menyorot pelan beberapa patung perempuan bertelanjang dada. Tubuh tiap patung ini dibaluri cat warna dengan warna berbeda. Ada yang silver, biru, hijau, dan lain-lain. Intro soundtrack fIlm James Bond, "The World is Not Enough" pun mengalun pelan. Patung-patung itu bergerak. Ternyata mereka orang, tepatnya waria!

Puluhan cerita diangkat dalam show berdurasi lebih dari satu jam ini. Mulai dari cerita lokal, India, dan Timur Tengah. Tentu, karena keterbatasan durasi, hanya bagian simbolik yang ditonjolkan. Itu pun tidak lama, sekitar 2-3 menit.

Namanya saja kabaret, pasti ada 'adegan' lucunya. Di sela cerita, seorang waria gembrot dengan dada dan pantat besar, tampil ke panggung. Dia kemudian, mengeksplorasi salah satu area sensitifnya. Sambil mengikuti irama musik, dadanya dimajukan dan pantatnya disodor-sodorkan ke penonton, sehingga menimbulkan kesan porno. Penonton pria bukannya menelan ludah, melainkan justru tertawa melihat aksi itu.

Kabaret ditutup dengan tampilnya seluruh pemain kabaret. Ada sekitar 50-an waria yang terlibat. Kemudian layar menutup dan lampu padam. Kali ini ganti lampu di tribun penonton yang dinyalakan. Tampak, sekitar 60 persennya turis. Dari tampilan fisiknya terlihat wajah-wajah Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa.

Alcazar Show digelar 3-4 kali setiap hari. Tiketnya 600 Baht atau sekitar Rp 180 ribu per orang, harus dipesan sehari sebelumnya agar aman. Kalau pesan menjelang acara atau membeli di lokasi, kecil kemungkinan mendapatkannya.

"Bagaimana, bagus tidak? Kalau ke Pattaya tidak nonton kabaret bencong, tidak lengkap," kata guide kami di bus sebelum meninggalkan lokasi acara. Ia memang cerdik 'memprovokasi' kami sehingga show-show ala Thailand atau destinasi seolah-olah 'wajib' dinikmati. Salah satunya, kabaret waria tersebut. { detik news }